Negara Kasus Positif Corona Tertinggi didunia. Dengan angka kasus positif mencapai 1,095,210 kasus.

10 Negara Kasus Positif Corona Tertinggi, China Tak Masuk

Spread the love

Pmitebo.or.id, Kepalangmerahan – Peta Kasus positif corona tertinggi di dunia kini berubah drastis. Pandemi COVID-19 pertama kali ditemukan di Provinsi Wuhan China pada tanggal 31 Desember 2019 tak lantas membuat china menduduki peringkat pertama. Oleh karena itu, kecepatan penyebaran virus ini tidak main – main dalam hitungan hari dapat menginfeksi ratusan bahkan ribuan manusia. Melansir dari Worldometers.info tercatat 212 Negara terpapar COVID-19.

Data terkonfirmasi kasus positif corona mencapai 3,308,503 sejak temuan pertama di Kota Wuhan, China. Disamping itu, jumlah angka kematian menyentuh angka 234,112.

Episentrum Pandemi COVID-19 tak hanya di China, namun data menunjukan episentrum meluas hingga ke Benua Amerika dan Eropa. Bahkan lonjakan kasus positif COVID-19 di kedua benua tersebut sangat signifikan. Tentunya ini cukup mengkhawatirkan, dimana negara sekelas Amerika Serikat atau Inggris yang peralatan medis salah satu yang terbaik saja kewalahan.

Bahkan Amerika Serikat menduduki peringkat pertama Negara Kasus Positif Corona Tertinggi didunia. Dengan angka kasus positif mencapai 1,095,210 kasus.

Secara terpisah, Indonesia Jum’at (01/05/2020) menduduki peringkat ke 37 dengan kasus Positif yang terkonfirmasi.

Berikut 10 Negara Kasus Positif Corona Tertinggi di Dunia

NoNegaraKasusKematianZona
1Amerika Serikat1,095,21063,861North America
2Sppanyol239,63924,543Europe
3Ittalia205,46327,967Europe
4Inggris171,25326,771Europe
5Perancis167,17824,376Europe
6Jerman163,0096,623Europe
7Turki120,2043,174Asia
8Russia106,4981,073Europe
9Iran94,6406,028Asia
10Brazil87,1876,006South America
11China82,8744,633Asia
37Indonesia 10,118 792 Asia

Last updated: May 01, 2020, 04:18 GMT

3 Hari Berturut – Turut Di AS Lebih Dari 2000 Orang Meninggal Dunia

Lebih dari 2.000 orang di Amerika Serikat meninggal dunia akibat virus corona dalam kurun waktu 24 jam, selama tiga hari berturut-turut.

Hal ini didasari pada data statistik Johns Hopkins University, tercatat 2.053 orang meninggal pada Kamis (30/4), setelah itu 2.502 kematian pada hari sebelumnya, dan 2.207 pada Selasa (28/4).

Secara keseluruhan, 63.861 orang meninggal dunia di Amerika Serikat karena penyakit akibat virus corona atau Covid-19 (01/05/2020).

__Terbit pada
Mei 1, 2020
__Kategori
Kepalangmerahan

Penulis: Slamet Setya Budi

Tinggalkan Balasan

banner 72890