Baca Hingga Akhir, Terkait HOAX Positif Corona di Rimbo Bujang

Spread the love

Pmitebo.or.id, Tanggap Corona – Hari ini Kamis, 30/04/2020 media sosial Facebook dan WhatsApps Group heboh tentang kabar adanya Pasien Positif Corona di Rimbo Bujang. Video tersebut diduga di unggah oleh salah satu oknum yang belum mengetahui terkait kondisi tersebut. Begini percakapan dalam video yang di unggah dan heboh di WAG (WhatsApp Group).

“Ini udah positif corona daerah Pasar Sarinah rimbo bujang, untuk yang pergi kepasar hati – hati gunakan masker, ini asli orang Pasar Sarinah warga asli Pasar”

Ini tentunya memberikan rasa kekhawatiran dan kepanikan berlebihan bagi masyarakat Kabupaten Tebo khususnya Rimbo Bujang. Untuk itu, PMI Kabupaten Tebo bermaksud menginformasikan mengenai prosedural penetapan Pasien Positif COVID-19 dan mengulas kembali soal ODP, PDP, dan OTG serta Fakta Sebenarnya.

Mekanisme Penentuan Pasien Positif COVID-19

Setiap pengumuman pasien terkonfirmasi baik positif maupun sembuh berdasarkan hasil uji lab dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Jadi tidak asal diungkapkan Positif Corona, bahkan metode Rapid Test belum dapat dipastikan Positif Corona sebelum melakukan uji lab dengan metode polymerase chain reaction (PCR)

Pengumuman pasien positif adalah kewenangan pusat dan provinsi. Daerah hanya meneruskan, jadi khusus pasien positif tidak ada perbedaan metode pengambilan sampling atau uji lab

Rapid test bisa dianggap sebagai tahapan screening untuk selanjutnya ke tahap pendeteksian yang diuji melalui SWAB/Lab.

Di tengah pandemi Corona agar semua pihak saling menjernihkan informasi agar tidak menimbulkan kepanikan ditengah-tengah masyarakat.

Istilah – Istilah Dalam Penanganan COVID-19

Pasien dalam pengawasan (PDP)

PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19. Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

Orang dalam pemantauan ( ODP)

ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut. Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19. Riwayat kontak erat dengan positif Covid-19 terjadi dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Orang Tanpa Gejala (OTG)

Kategori kelompok baru itu adalah orang tanpa gejala (OTG). Untuk istilah OTG, pengertiannya tertulis dalam dokumen resmi Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI edisi keempat. Menurut Kemenkes, yang termasuk kategori OTG adalah mereka yang tidak bergejala tapi memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kategori OTG juga memiliki riwayat kontak berat, baik kontak fisik atau berada dalam ruangan dengan radius satu meter dari pasien Covid-19. Beda OTG dengan ODP adalah, pada saat pemeriksaan awal OTG tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sementara pada ODP sudah memiliki riwayat atau sedang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, dan berbagai gejala ringan seperti disebutkan di atas.

Positif corona

Positif corona juga disebut kasus konfirmasi. Ini adalah seseorang yang terbukti positif terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Penjemputan Warga Pasar Sarinah Untuk Rapid Test Bukan Positif

Berkenaan dengan indikasi hasil Rapid Test Positif Covid-19 Pasutri Cluster Gowa warga desa Bukit Pemuatan Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo. Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Tebo menjemput 2 orang warga Terminal lama pasar Sarinah, Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang.

Tentunya ini sesuai dengan Protokoler Kesehatan dan disarankan agar yang pernah kontak jangan pergi ke fasilitas umum tanpa perlindungan yang lengkap. Isolasi mandiri dirumah dan penjemputan dari Tenaga medis merupakan langkah yang tepat.

Melansir Teboonline.id Kepala Puskesmas Rimbo Bujang II dr.Sugiyono menyarankan “Kita sarankan untuk cek Labor (Rapid Rest,red) di rumah sakit. Tadi malam tim Covid Rimbo Bujang mengunjungi rumahnya dan hari ini dibawa ke rumah sakit untuk Rapid Test,” jelas dr.Sugiyono dikonfirmasi Teboonline.id, Kamis (30/04/2020).

Masih dari media yang sama, Ketua RT 01 pasar Sarinah Husni Mayer membenarkan bahwa ada warganya yang dijemput oleh pihak dinas Kesehatan pagi hari ini untuk dilakukan Rapid Test dikarenakan 2 warganya tersebut pernah menginap di rumah Pasutri Covid-19 Serai Serumpun.

Jika ditarik kesimpulan dari kejadian di Pasar Sarinah, maka dapat dikategorikan OTG (Orang Tanpa Gejala). Disamping itu, kita masih menunggu hasil uji SWAB atau Laboratorium dari indikasi Positif COVID-19 hasil Rapid Test.

Mari kita sama – sama menjaga agar kita tidak menyebarkan berita hoak, atau hal yang meresahkan masyarakat tanpa ada sumber resminya.

Klarifikasi Pengungah Video

Pengunggah video terkait Penjemputan Positif Corona di Pasar Sarinah Unit 2 Rimbo Bujang memohon maaf karena kekurang tahuannya terkait penjemputan pasien untuk Rapid Test.

__Terbit pada
April 30, 2020
__Kategori
Tanggap Corona

Penulis: pmikabupatentebo

banner 72890