Banjir di Kabupaten Tebo untuk meringankan bebab sesama

Banjir di Kabupaten Tebo, Tolong Menolong Sesuai Kemampuan

Spread the love

Pmitebo.or.id, Kepalangmerahan – Banjir di Kabupaten Tebo merupakan bencana yang kerap terjadi, bahkah intervalnya bencana tahunan. Tentunya, dalam penanganan banjir barang tentu menjadi tanggung jawab kita semua. Dalam artian, yang mampu menggunakan tanda tangan maka keputusan dilakukan dengan tanda tangan, yang mampu menggunakan tenaga maka bantu dengan tenaga. Setidaknya, ungkapan tersebut yang menjadi Pedoman PMI Kabupaten Tebo dalam membantu Pemerintah dan Masyarakat atas dasar Kemanusiaan dan Kesukarelaan. Saling tolong menolong membantu sesama sesuai kemampuan, maka akan mempercepat meringankan Beban Sesama.

Tidak hanya itu, dalam UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan PMI dapat membantu dalam penanganan musibah atau bencana baik yang terjadi di dalam maupun luar negeri. Disamping itu, PMI juga dapat membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial. Selain relawan PMI ditempa dalam bidang kemanusiaan beban tugas amanah negara juga harus dijalankan. Sinergitas antar stakeholder perlu ditingkatkan guna percepatan penanganan dalam kebencanaan seperti Banjir di Kabupaten Tebo.

Perbup Nomor 39 Tahun 2017

Sementara itu, dalam Peraturan Bupati Tebo Nomor 39 Tahun 2017 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Bencana di Kabupaten Tebo. PMI Tebo sendiri memiliki peran yang tak kalah penting. Adapun PMI Kabupaten Tebo turut berperan serta dalam Bidang Kesehatan, Perencanaan dan Pengendalian Penyelenggaraan Pendidikan Darurat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, dalam SOP tersebut apabila sewaktu – waktu terjadi bencana BPBD dapat mengerahkan Palang Merah Remaja (PMR) yang merupakan Sukarelawan dari Palang Merah Indonesia itu sendiri. Dalam penanganan Banjir di Kabupaten Tebo, PMI sendiri telah melakukan beberapa kegiatan yakni supply air bersih, pembersihan sarana umum, dan assesment.

Mengingat, PMI Kabupaten Tebo memiliki berbagai keterbatasan, maka kita dapat mengoptimalkan sesuai dengan kemampuan. Kedepannya, untuk penanganan Banjir di Kabupaten Tebo perlu adanya risk mapping (Pemetaan Resiko Bencana). Rsik mapping digunakan sebagai data dasar dan upaya pencegahan resiko bencana kedepannya. Tentunya, ini memerlukan kerjasama dengan semua pihak baik lintas vertical maupun horizontal. Tetap semangat.

__Terbit pada
Januari 31, 2020

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890