Merawat Bayi

Bayi Mengalami Pilek Saat Liburan, Berikut 5 Tips Yang Aman?

Spread the love

Menghabiskan waktu bersama keluaga dalam momen liburan merupakan hal yang menyenangkan. Namun kadangkala faktor cuaca mempengaruhi kesehatan para bayi. Bagaimana solusinya?

Pmitebo.or.id, Kesehatan – Saat liburan, tidak jarang pilek atau flu menyerah kesehatan seoran bayi. Biasanya hal itu dipicu dengan adanya perbedaan cuaca. Cuaca yang dingin dan paparan virus menjadi salah satu pemicu pilek pada buah hati Anda.  Jika hal ini terjadi pada si kecil, jangan khawatir apalagi panik. Namun sebelumnya kenali dulu ya gejala pilek dan penyebabnya.

Gejala Pilek pada Bayi Baru Lahir

Hidung yang berair dan mengeluarkan ingus terus-menerus merupakan gejala awal yang paling mudah terlihat. Produksi ingus di hari-hari awal mungkin terlihat bening dan cair, tetapi berubah menjadi kuning-kehijauan dan semakin kental dalam beberapa hari. Hal ini wajar kok. Bukan berarti kondisi pilek si Kecil makin buruk.

Gejala pilek pada bayi baru lahir lainnya, misalnya:

  • Demam
  • Batuk, terutama di malam hari
  • Bersin
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit menyusu atau minum dari botol karena hidung tersumbat
  • Sulit tidur dan rewel 

Penyebab Pilek pada Bayi Baru Lahir

Pilek disebabkan oleh virus yang menyerang imunitas bayi, bukan bakteri. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik. Sementara jika bakteri menginfeksi tubuh, maka dapat berkembang menjadi komplikasi infeksi virus.

Penyakit lain yang ditimbulkan oleh pilek, antara lain:

  • Sakit tenggorokan
  • Infeksi telinga
  • Pneumonia

Jika ditemukan tanda-tanda gejala penyakit di atas, dokter akan mengambil sampel darah atau urin untuk melihat penyebab pileknya karena virus atau bakteri. 

Virus penyebab pilek berada di udara atau permukaan yang keras selama beberapa waktu singkat. Inilah yang membuatnya sangat mudah untuk menularkan virus, dengan atau pun tanpa kontak langsung dengan orang lain yang sakit. Bayi yang berada dalam lingkungan orang dewasa dan anak-anak akan lebih mudah terserang pilek. Bagitu pun paparan pelukan dari orang dewasa, kunjungan ke tempat-tempat umum, bahkan ke rumah sakit. 

Nah, Agar liburan keluarga tetap menyenangkan, ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan untuk mengatasi pilek pada bayi dilansir dari hellosehat.com.

1. Pakai obat gosok

Saat si kecil pilek, tentunya saluran hidungnya tentu akan tersumbat. Kondisi ini akan membuat sikecil susah untuk bernapas dan biasanya akan terus menangis. Jangan langsung memberinya obat minum dalam artian obat pilek yang dikonsumsi dengan cara diminum. Ibu bisa mencoba menggunakan obat gosok (oles). Sebabnya, tidak sedikit bayi mengalami kesulitan untuk meminum obat melalui mulutnya secara langsung.

Obat gosok bisa menjadi solusi alternatif untuk membantu meredakan gejala pilek dan menghangatkan badan si kecil dengan praktis pada saat liburan. Namun, jangan sembarangan memilih obat gosok, pilihlah yang berbentuk krim agar tidak lengket dikulit, tidak berminyak, dan cepat meresap di kulit. Selain itu, carilah obat gosok yang mengandung minyak atsiri karena mampu meringankan berbagai masalah kesehatan termasuk pilek.

2. Ganjal dengan bantal tinggi saat tidur

Agar si kecil bisa bernapas dengan lega, letakkan bantal tambahan pada saat tidur. Cara ini membuat posisi kepala lebih tinggi dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain. Dengan begitu, buah hati Anda bisa bernapas lebih lega. Hal ini akan membuat si kecil bisa tidur lebih nyenyak saat berlibur dan lekas sembuh.

3. Mencukupi kebutuhan cairan

Saat si kecil pilek, ibu perlu meningkatkan asupan cairannya. Jika si kecil sudah berusia enam bulan, ibu dapat memberikan makanan dan minuman hangat seperti sup dan susu. Namun, jika si kecil masih berusia di bawah enam bulan ibu bisa memberikannya air susu ibu (ASI). Ketika liburan ASI adalah asupan nutrisi terbaik bagi si buah hati karena makanan atau minuman yang dibeli di luar belum tentu terjamin kebersihannya.

4. Menyedot ingus bayi

Ingus yang terlalu penuh membuat bayi sulit bernapas. Untuk itu, ibu perlu memantaunya secara berkala. Jika ingus mulai penuh, gunakan alat penyedot khusus untuk membuang lendir yang berlebih. Ibu juga bisa menggunakan tetes hidung terlebih dahulu untuk membantu mengencerkan ingus sebelum disedot.

Cara ini akan sangat membantu jika buah hati Anda berusia di bawah 6 bulan. Cara menggunakannya mudah, Anda hanya perlu memencet bagian yang menggembung pada alat. Kemudian, masukkan pipet ke dalam lubang hidung dan lepaskan bagian yang menggembung. Secara otomatis, ingus akan langsung tersedot ke dalam alat.

5. Menepuk punggung si kecil dengan lembut

Tepukan lembut di punggung bayi bisa membantu lendir yang menyumbat akan keluar dari dalam hidung. Selain itu, cara ini juga akan membantu si kecil agar lebih mudah batuk jika pilek disertai dengan batuk berdahak. Pertama, baringkan si kecil di atas paha dengan posisi tengkurap dan tepuk punggungnya secara perlahan. Jika anak sudah berusia lebih dari satu tahun, ibu bisa membantu menepuknya saat ia duduk.

Namun apabila beberapa solusi diatas kurang efektif maka dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mengurangi rasa khawatir para orang tua.

__Terbit pada
November 20, 2019
__Kategori
Kepalangmerahan

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890