Mata Merah Termasuk Gejala COVID-19

Benarkah Mata Merah Termasuk Gejala COVID-19?

Spread the love

Pmitebo.or.id, Cerita Relawan – Beberapa artikel menyebutkan bahwa mata merah merupakan salah satu gejala COVID-19 bahkan ada sebuah unggahan di media sosial. Namun, perlu adanya penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran mengenai informasi ini. Benarkah mata merah termasuk gejala COVID-19?

Cek Fakta

PMI Kabupaten Tebo menelusuri kabar atau artikel terkait mata merah, bengkak, dan berair yang ditemukan pada pasien positif COVID-19. Penelusuran ini menggunakan situs pencarian Google Search dengan kata kunci ‘mata merah, bengkak dan berair tanda pasien positif COVID-19’. Dalam penelusuran tersebut mengarah pada artikel berjudul “Mata Perih Kemerahan Termasuk Gejala Covid-19?” yang dimuat situs dream.co.id pada 1 April 2020 dan liputan6.com pada 6 April 2020.

Situs dream.co.id menyatakan, ada lagi satu gejala yang kerap dialami pasien positif Covid-19 dan seringkali tak diperhatikan, yaitu mata merah.

Gejala tersebut menjadi sorotan ketika seorang perawat mengatakan kepada CNN bahwa setiap pasien COVID-19 yang dirawatnya memiliki mata merah.

“Itu adalah sesuatu yang saya saksikan pada mereka semua. Mereka memiliki seperti mata alergi. Bagian putih mata tidak merah. Seperti mereka memiliki bayangan mata merah di bagian luar mata mereka,” kata Chelsey Earnest, seorang perawat terdaftar di Washington.

American Academy of Ophthalmology (AAO) kemudian mengirimkan panduan resmi tentang topik ini, memperingatkan dokter untuk berhati-hati ketika merawat pasien yang memiliki mata merah. Pedoman ini secara khusus mengatakan bahwa virus corona dapat menyebabkan “ konjungtivitis folikuler ringan” (mata merah muda) yang tidak dapat dibedakan dari penyebab virus lain.

Untuk itu, dokter mata diminta menggunakan alat perlindungan diri lengkap dan arus menutup mulut, hidung, dan mata mereka ketika merawat pasien-pasien ini. Termasuk mendisinfeksi alat dengan baik sesudahnya.

Benarkah mata merah termasuk gejala COVID-19?

“Belum tentu. Meskipun dimungkinkan untuk mendapatkan mata merah muda dari coronavirus, ini tampaknya bukan gejala yang sangat umum dari COVID-19,” kata Jeffrey J. Walline, Ph.D., OD, dekan asosiasi untuk penelitian di The Ohio State University College of Optometry.

Situs tersebut juga menyebut, hingga saat ini baik CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat) maupun World Health Organization (WHO) belum mengkonfirmasi mata merah sebagai gejala coronavirus.

Artikel berjudul “5 Gejala Anda Tertular Corona Covid-19, Bagaimana Tindakan Pertama Menghadapinya?” yang dimuat liputan6.com, pada 25 Maret 2020 menyebutkan gejala positif COVID-19, yaitu demam tinggi seperti flu, batuk parah, sesak napas, mengalami pilek dan sakit kepala, serta riwayat perjalanan dari daerah yang terjangkit virus corona.

Artikel tersebut tidak menyebutkan mata merah, bengkak, dan berair merupakan tanda pasien positif COVID-19.

Kesimpulan

Mata merah, bengkak dan berair memang kerap ditemukan pada pasien COVID-19. Namun belum tentu seorang dengan mata merah, bengkak dan berair dapat diartikan positif COVID-19. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) maupun WHO hingga saat ini belum mengkonfirmasi mata merah sebagai gejala COVID-19.

__Terbit pada
April 8, 2020
__Kategori
Cerita Relawan

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890