Klarifikasi Soal Meninggalnya Pejabat Muaro Jambi dengan kaitanyya setda tebo

Klarifikasi Soal Meninggalnya Salah Satu Pejabat Muaro Jambi, Diduga Contact Dengan Setda Tebo?

Spread the love

Pmitebo.or.id, Tanggap Corona – Masyarakat Jambi lagi – lagi dibuat heboh dengan informasi yang bersumber dari WhatsApp Group yang belum diketahui sumbernya. Untuk itu, tim PMI Kabupaten Tebo turut melakukan penelusuran terutama melalui saluran resmi Pemerintah. Hal ini bertujuan untuk klarifikasi soal meninggalnya pejabat muaro jambi. Karena, info tersebut kembali bersinggungan dengan salah satu pejabat pemerintah di Kabupaten Tebo. Disamping itu, membuat kondisi di masyarakat menjadi panik.

Baca Juga : Klarifikasi Resmi Soal Setda Tebo Positif COVID19 di WAG

Disebutkan dalam broadcast di WhatsApp tersebut adalah Setwan Muaro Jambi sempat kontak dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo. Yang selama ini ramai di pemberitaan diduga Positif COVID-19. Berikut isi brodcast di WhatsApp Group (WAG)

“Pasien Rs. Manap meninggal, sekwan muara jambi. Beliau melakukan perjalan dinas bersama dng sekda tebo, ternyata bbrp anggota dprd muaro jambi yg ada yg brgkt bersama… skrg jenazahnya dibawa lsg ke rmh duka”

Menyikapi pesan yang heboh di media sosial WAG (WhatsApp Group) yang menyebut meninggalnya salah satu Pejabat Kabupaten Muaro Jambi (25/3) karena pernah kontak bersama dengan pasien Positif Corona Jambi belum ditemukan kebenarannya.

Klarifikasi Resmi

Dilansir dari Jambiekspress.co.id (25/03/2020) Jubir Gugus Depan Penanganan Covid19 Jambi, Johansyah mengungkapkan sejauh ini dari keterangan Kepala Dinkes Kota Jambi memang melaporkan kepada Kadinkes Provinsi Jambi pada pukul 23.00 WIB malam tadi bahwa ada penambahan 3 pasien , yakni 2 Orang dalam pemantauan (ODP) dan 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Baca Juga : Perkembangan Kondisi Tebo Terkini dan Klarifikasi Soal Setda Tebo

Selanjutnya untuk Sekwan Muaro Jambi ini disebutkan Johan sudah dirawat di RS Abdul Manap Kota Jambi. “Dengan keterangan awal berdasarkan diagnosa surat jalan RS Abdul Manap almarhum menderita gagal jantung, dan susah bernapas , penurunan daya tahan tubuh mengarah ke stroke,” jelasnya lagi.

Kemudian disinggung terkait Sekwan Muaro Jambi yang disebutkan pernah satu kegiatan dengan pasien positif Corona Jambi di pulau Jawa Johan menyebut masih diinventarisir datanya. “Kita belum dapat keterangan itu, orang yang ikut kontak tracing harus lakukan pemeriksaan,” tandasnya.

Ditegaskan Johansyah untuk kepastian pihaknya sedang menghimpun informasi dan darta. Secara terpisah, untuk diketahui bahwa pasien Positif COVID-19 harus memerlukan uji swab/laboratorium.

Baca Juga : Cara Social Distancing dan Pembuatan Disinfektan Dirumah

Kesimpulan

Mengenai pesan yang beredar soal salah satu pejabat Muaro Jambi yang meninggal dunia dan sempat kontak dengan Setda Tebo masih dihimpun datanya. Disamping itu, diperlukan tracing dan inventarisir data. Untuk masyarakat aapabila mendapatkan informasi yang simpang siur di media sosial terutama WhatsApp Group dan Facebook dapat menyampaikan ke PMI Tebo melalui Live Chat.

Demikian klarifikasi soal meninggalnya pejabat muaro jambi yang dapat kami informasikan. Mari bijak bermedsos dan jangan disebarluaskan informasi yang belum tentu kebenarannya.

__Terbit pada
Maret 25, 2020
__Kategori
Tanggap Corona

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890