Lekas Berakhir Corona, Karena Rindu Ini Ingin Berujung Temu Menyoal rindu, ternyata ia bisa menjadi candu

Lekas Berakhir Corona, Karena Rindu Ini Ingin Berujung Temu

Spread the love

Pmitebo.or.id, Cerita Relawan – Rindu, satu kata yang membuat siapa saja dapat merasakan rasa kebingungan, gelisah, sedih tapi juga bahagia. Menyoal rindu, ternyata ia bisa menjadi candu yang siap datang kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja. Banyak yang mengatakan bahwa obat paling ampuh dari penyakit rindu adalah temu.

Tapi sayang, nampaknya tak semua orang dapat merasakan temu kala rindu di sedang menggebu-gebu. Bagi para pejuang LDR, pasti sudah paham betul bagaimana rasa yang membuncah di dada kala rindu melanda. Eh, ini bukan soal LDR tapi kebersamaan kita terhambat karena adanya Pandemi COVID-19. Mau mudik takut terpapar, mau berkumpul juga takut terpapar. Lekas berakhir corona

Sudah dengar cerita dari daerah Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Selatan. Ada kisah dimana rindu akan kampung halaman. Namun, sungguh malang nasib Salman (22) dan Irfan (21).

Dua perantau yang berasal dari Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, mereka pulang kampung karena rindu. Akan tetapi rindu itu belum berujung temu karena ditolak warga setempat yang takut virus Corona.

Sudah hampir dua pekan kedua pemuda ini hidup terlunta-lunta lantaran harapan bisa melepas rindu bersama keluarga. Apa daya, mereka mendapat penolakan warga di kampung halaman. Patut diketahui Provinsi Sulawesi Selatan terdapat 135 Kasus Positif COVID-19, 329 PDP, dan 2511 ODP (Jum,at 10/04/2020)

“Padahal kami sudah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, bahkan selama perjalanan dari rantau menuju kampung, kami berulang kali mengikuti pemeriksaan suhu tubuh dan disemprot menggunakan cairan antiseptik,” kata Irfan dilansir dari Detik.com Jumat (10/4/2020).

Kendati tidak bisa memastikan dirinya dalam kondisi sehat, baik Irfan maupun Salman mengaku siap menjalani proses karantina mandiri selama 14 hari untuk mencegah penularan virus Corona sesuai dengan aturan dari pemerintah.

“Kami siap dikarantina, bahkan sesampainya di kampung, keluarga telah menyiapkan pondok kecil di tengah kebun sebagai tempat kami untuk sementara waktu. Namun warga masih takut, tidak sedikit di antaranya yang meminta keluarga mengusir kami untuk segera pergi dari kampung,” ungkap Irfan lirih.

Mari kita ikuti aturan pemerintah agar lekas berakhir corona. Mau update tentang COVID-19 baca selanjutnya

__Terbit pada
April 10, 2020
__Kategori
Cerita Relawan

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890