PMI Kabupaten Tebo

Masyarakat Mengerahkan 1 Unit Genset “Agar PMI Tidak Menimba Air”

Spread the love

Pmitebo.or.id, Kepalangmerahan – Kebutuhan mendesak pada saat bencana banjir yang utama adalah air bersih. Tidak sedikit masyarakat yang membeli air isi ulang dan tentunya menambah beban biaya hidup. Belum lagi untuk mencuci pakaian dan lain sebagainya. Untuk itu, giat PMI adalah mengoptimalkan sumber air terdekat yang tidak terdampak banjir serta memperbaiki alat untuk menimba air. Maklum dalam kondisi bencana banjir, aliran listrik padam karena dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya bagi keselamatan.

Setelah air surut, PMI Kabupaten Tebo mengerahkan Tim II yang terdiri dari Tim Water and Sanitation serta PMR SMAN 6 Tebo. Tujuan dengan diterjunkannya tim tambahan yaitu mencermati dari hasil assesment dari Tim I. Tim Watsan dibekali dengan alat – alat untuk kebersihan dan untuk perbaikan akses air bersih.

“Tim Kedua dikomandoi langsung oleh Komandan KSR, kami Tim I masih terfokus pada Assesment” Ungkap Slamet Setya Budi selaku Sekretaris/Kepala Markas PMI Kabupaten Tebo

Disaat PMI membersihkan SDN 02/VII Teluk Lancang, masyarakat dan komite sekolah membelikan aneka minuman dan turut serta dalam kegiatan gotong royong. PMI memperbaiki alat untuk menimba air, bahkan beberapa tukang bangunan yang saat itu sedang memperbaiki toilet sekolah ikut membantu.

“PMI Kabupaten Tebo bersama masyarakat melakukan gotong royong, kerjasama untuk kemanusiaan” Tutur Dewi Kurniawati selaku Komandan Korps Sukarela PMI Kabupaten Tebo

Setelah  itu, PMI Kabupaten Tebo bersama PMR (Palang Merah Remaja) SMAN 6 Tebo menuju surau At – Thabya yang sempat terendam banjir setinggi 2 Meter. Sesampainya di surau, persediaan air di tanki air/Torent habis dan mesin air tidak berfungsi karena terendam banjir.

Kondisi endapan di dalam surau berkisar antara 5 cm – 10 cm, tentunya membutuhkan air yang sangat banyak. Belum lagi didalam surau, bebrapa peralatan perlu untuk dicuci dan dibersihkan. PMI Kabupaten Tebo berinisiatif untuk mencari sumber air terdekat dan secara estafet membawa air. Disamping itu, masyarakat setempat juga mengerahkan satu unit genset untuk menghidupkan mesin pompa air yang berada disumur warga.

“Terima kasih kepada PMI, maaf kami tidak bisa membantu karena kami masih fokus untuk pembersihan rumah kami. Kami hanya bisa bantu genset dan mesin air” Tutur salah seorang warga.

Secara terpisah, Jika merujuk pada Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Kepalangmerahan maka ada beberapa poin tugas dari PMI yaitu :

a. memberikan bantuan Bersenjata, kerusuhan, lainnya;

b. memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c. melakukan pembinaan relawan;

d. melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;

e. menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan;

f. membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;

g. membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan

h. melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.

Sementara itu, dalam Peraturan Bupati Tebo Nomor 39 Tahun 2017 tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Bencana di Kabupaten Tebo, PMI Tebo berperan serta dalam Bidang Kesehatan, Perencanaan dan Pengendalian Penyelenggaraan Pendidikan Darurat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaat. Namun dalam SOP apabila sewaktu – waktu terjadi bencana BPBD dapat mengerahkan Palang Merah Remaja (PMR) yang merupakan Sukarelawan dari Palang Merah Indonesia.

__Terbit pada
Desember 19, 2019
__Kategori
Cerita Relawan

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890