Menelisik Kisah Bekas RS PMI Di Pulau Galang, Lokasi Pembangunan RS Corona

Spread the love

Pemerintah direncanakan akan membangun RS untuk mengatasi wabah corona di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau

Pmitebo.or.id, Kepalangmerahan – Berawal dari rasa penasaran setelah melihat Berita disalah satu stasiun televisi swasta yang mengangkat tema tentang penanganan virus corona. Sekilas jepretan kameramen televisi swasta tersebut mengarah kepada tulisan Ex PMI Hospial (Bekas Rumah Sakit Palang Merah Indonesia. Hati ini begitu sensitif apa sejarah dibalik pendirian RS PMI (Palang Merah Indonesia) di Pulau Galang tersebut.

Ternyata rumah sakit tersebut didirikan untuk misi kemanusiaan yaitu menolong Pengungsi Vietnam pada kurun waktu 1975 – 1996. Keberhasilan Indonesia dalam menangani para pengungsi Vietnam atau yang lebih dikenal sebagai “boat people” (manusia perahu) pada periode 1975-1996 merupakan salah satu keberhasilan politik luar negeri Indonesia pada umumnya, dan khususnya di wilayah perhimpunan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Keprihatinan dan kepedulian terkait masalah kemanusiaan mendorong Indonesia untuk menyelamatkan mereka. Dimana pengungsi Vietnam saat intu berjumlah ratusan ribu. Mereka, terkatung-katung di tengah laut dan terdampar di berbagai pulau yang berada di Kepulauan Riau.

Jika melihat kondisi penanganan manusia perahu di Pulau Galang, jika dibandingkan dengan beberapa kamp pengungsi lainnya seperti di Hongkong dan Thailand, maka kamp pengungsi yang dikelola Indonesia di Pulau Galang adalah yang terbaik. Hal ini dapat ditandai atau dilihat dengan tersedianya sarana air, listrik, jalan, dan tempat ibadah yang baik.

Peran PMI

Bersumber dari Arsip Palang Merah Indonesia Tahun 1948 – 2002, Kode 215, 225, dan 264 (Dalam Budiman, 2012). Patut diketahui arsip berkode 215 adalah laporan singkat mengenai operasi PMI sehubungan dengan pengungsi – pengungsi Vietnam. Palang Merah Indonesia sendiri dalam penanganan pengungsi Vietnam yakni mengurusi masalah kesehatan pengungsi dengan mengelola poliklinik di Pulau Galang. Poliklinik ini sendiri digunakan untuk memeriksa dan menjaga kesehatan pengungsi. Selain itu, Poliklinik PMI ini juga seringkali digunakan oleh warga setempat. Selain itu, bersama yayasan Cipta Karya, PMI di Pulau Galang juga mengurusi kelancaran surat menyurat para pengungsi.

Sejak November 1990, UNHCR telah menyepakati pembentukan special committee, review committee, dan board of apeal. Tugas dari special committee adalah menangani masalah – masalah kusus seperti masalah cacat fisik, cacat mental, dan anak – anak yang tidak bersama orang tuanya. Anggota dari komite ini adalah Petugas P3V, PMI (Palang Merah Indonesia), Deplu, Dephankam, dan UNHCR.

Untuk sarana kesehatan yaitu terdapat 1 Rumah Sakit dengan kapasitas 49 tempat tidur dilokasi satu dan 1 Polikliknik di Lokasi 2. Sementara itu, 3 Unit diesel berkapasitas 92 KVA dan 35 KVA digunakan untuk PMI dalam upaya mendukung sarana kesehatan dan penerangan jalan.

Tugas PMI, Bukan Hanya Donor Darah

Berdasarkan amanat UU Kepalangmerahan Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan Pasal 22 PMI bertugas:

a. memberikan bantuan kepada korban konflik Bersenjata, kerusuhan, dan gangguan keamanan lainnya;

b. memberikan pelayanan darah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

c. melakukan pembinaan relawan;

d. melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan Kepalangmerahan;

e. menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan kegiatan Kepalangmerahan;

f. membantu dalam penanganan musibah dan/atau bencana di dalam dan di luar negeri;

g. membantu pemberian pelayanan kesehatan dan sosial; dan

h. melaksanakan tugas kemanusiaan lainnya yang diberikan oleh pemerintah.

__Terbit pada
Maret 6, 2020

Penulis: pmikabupatentebo

Tinggalkan Balasan

banner 72890