ODP di Tebo Tertinggi Ke 3 Se Provinsi Jambi orang dalam pemantauan di Kabupaten Tebo

ODP di Tebo Tertinggi Ke 3 di Jambi, Bahayakah?

Spread the love

Pmitebo.or.id, Kepalangmerahan – Dalam data yang dirilis Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jambi ada hal yang patut mendapatkan perhatian. Selain dari bertambahnya Pasien Positif COVID-19 di Provinsi Jambi menjadi 2 Orang, juga terjadi peningkatan orang dalam pemantauan di Kabupaten Tebo. Sehari sebelumnya berjumlah 128 ODP dan 1 PDP, Per 30 Maret 2020 ODP meningkat menjadi 134 ODP dan 1 PDP.

PMI Kabupaten Tebo sendiri memiliki catatan terkait ODP. Dimana mendekati bulan suci ramadhan, proses tatap muka belajar mengajar diperkuliahan dirubah menjadi daring. Hal itu menjadi penyebab beberapa Alumni PMR mudik ke kampung halaman dan ikut menyumbangkan ODP di Kabupaten Tebo Tertinggi Ke 3 Se Provinsi Jambi.

Orang dalam Pemantauan atau ODP.

Istilah ini mencuat setelah merebaknya wabah penyebab Covid-19 di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Tebo. Beberapa hari terakhir di Kabuaten Tebo, terjadi lonjakan jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP). Salah satu penyebab terjadinya lonjakan karena pemerintah daerah menetapkan status para pendatang atau pemudik sebagai ODP. Agar tak salah memahami, berikut beberapa hal yang perlu diketahui soal ODP:

Apa itu ODP?

Sebenarnya, Orang Dalam Pemantauan (ODP) merupakan seseorang yang tidak menunjukkan gejala (sehat), tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19. ODP juga bisa dimaknai orang dengan demam atau gejala pernapasan yang memiliki riwayat perjalanan dari negara atau area transmisi lokal.

Baca Juga : Nekat Mudik Dari Daerah Zona Merah COVID-19

Namun jangan negatif dulu ya, sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah memaknai ODP itu dengan pengertian lebih luas, tujuannya untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.

Sehingga ODP memiliki artian semua orang yang datang dari luar daerah, khususnya daerah dengan kasus Virus Corona (COVID-19). Artinya apa, semua pendatang baik yang kondisinya sehat maupun sakit, baik pernah kontak dengan pasien positif atau tidak, kini dimasukkan dalam status ODP.

Apakah ODP berbahaya?

Meski penularan Virus Corona (COVID-19) hanya bisa terjadi dari seorang pasien positif melalui droplet (cairan yang mengandung virus). Namun tentunya berbeda dengan ODP yang pernah memiliki kontak erat dengan Pasien Positif COVID-19 karena memiliki kerentanan terpapar lebih tinggi. Namun untuk ODP yang baru pulang mudik tetap jaga kesehatan dan isolasi mandiri dulu ya, jangan sampai kita dikira penyebar wabah atau tertular.

Apa kewajiban ODP?

Orang Dalam Pemantauan (ODP) ternyata wajib melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Apa sajakah itu, mari disimak ya :

Tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik

Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga lainnya, jika memungkinkan.

Jika memungkinkan, upayakan menjaga jarak (physical distancing) setidaknya 1 meter dari anggota keluarga lain.

Baca Juga : Alumni PMR Apabila Mudik Harap Lapor Ya

Gunakan selalu masker selama dalam masa isolasi diri dirumah

Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi mandiri apakah memiliki gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas

Hindari pemakaian bersama peralatan makan (piring, sendok, garpu, dan gelas) dan perlengkapan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan linen atau seprai

Terapkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terapkanlah etika batuk atau bersin

Usahakan, setiap pagi untuk berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari

Jaga kebersihan rumah dengan cara menyemprotkan cairan desinfektan

Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, apabila ada gejala atau sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Apakah artikel ini membantu? jika iya untuk kebaikan bersama, artikel ini dapat disebarluaskan. Jangan panik dahulu ya walaupun ODP di Kabupaten Tebo Tertinggi Ke 3 Se Provinsi Jambi. Jika kita taat dan patuh serta saling mengingatkan, insya allah baik – baik saja.

Baca Juga : Lekas Sehat Jambiku : 1041 ODP, 2 Positif Covid-19

__Terbit pada
Maret 31, 2020
__Kategori
Tanggap Corona

Penulis: pmikabupatentebo

banner 72890