Sehat selalu mahasiswa rantau ditengah wabah COVID19

Sehat Selalu Mahasiswa Rantau, Ditengah Wabah Covid-19

Spread the love

Pmitebo.or.id, Story – Virus corona kian merebak beberapa waktu belakangan. Kurva Virus Corona-pun memperlihatkan penambahan setiap harinya. Melansir dari covid19.go.id, situasi global dengan negara terdampak atau kawasan mencakup 160, Kasus Terkonfirmasi 308,594, Sembuh 95,829, Kematian 13,069. Sementara itu untuk Indonesia, Positif 514, Sembuh 29, Meninggal 48. Untuk anak kost, kami mendoakan sehat selalu mahasiswa rantau.

Sementara itu, berbagai hal dilakukan untuk meminimalisasi penyebaran virus corona ini. Salah satu yang tengah dilakukan adalah gerakan #dirumahaja. Apa itu? yaitu dengan menghindari bertemu dengan banyak orang dan berdiam diri di rumah. Social distancing ini dinilai lebih efektif untuk mengurangi penularan infeksi virus.

Baca Juga : Keluarga Mengalami Gejala Ringan Dugaan COVID19, Ikuti Langkah Ini

Kebijakan social distancing ini pun turut berdampak pada berbagai aspek. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Berbagai universitas mengubah metode belajar yang semula secara tatap muka diubah menjadi daring atau online. Kebijakan ini-pun berdampak dan mempengaruhi aktivitas kampus lainnya, seperti kegiatan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan lainnya.

Rasa Ingin Pulang

Kebijakan tersebut tentunya, membuat sebagian mahasiswa berbondong-bondong ingin pulang. Pulang memang menjadi hal yang dinantikan bagi mahasiswa apalagi ditengah wabah Virus Corona ini. Selain dikarenakan kuliah yang bisa dilaksanakan tanpa tatap muka, rasa aman dan nyaman di rumah menjadi alasan terkuat bagi beberapa mahasiswa untuk pulang. Apalagi kampung halamannya dinyatakan 0 Positif Covid19.

Baca Juga : Cara Mencuci Tangan Dengan Hand Sanitizier dan Air Bersih

Hal ini dibenarkan oleh Wahyu Nurani, salah satu mahasiswa Universitas Lampung yang merupakan Alumni PMR di PMI Kabupaten Tebo saat berbincang dengannya melalui via WhatsApp.

“Saya ingin pulang kak tapi khawatir apakah baik – baik saja, karena saya merasa aman kalau di rumah. Selain itu, jika sakit ada yang ngurusin. Meskipun saya pulang, saya tetap melaksanakan social distancing karena di Lampung sudah ada yang terdampak COVID19” ujar Nurani.

Baca Juga : 17 Maret lalu saya pulang dari Tour BDG-DIY, Berapa hari gejala COVID19 apabila saya terpapar?

Namun, ketidakpastian informasi membuat mereka maju-mundur dalam menetapkan keputusan. Dari pernyataannya, bahwa surat edaran resmi dari rektor perkuliahan daring diperpanjang hingga 29 Mei 2020.

“Saya ragu untuk pulang, karena belum ada kejelasan informasi” keluh Nurani.

Selain dua alasan sebelumnya, Nurani juga memiliki keraguan lain. Perjalanan yang akan ditempuhnya menuju kampung halaman menurutnya cukup berisiko. Bisa jadi diperjalanan ia terpapar virus corona, dan malah menjadi penular di tengah-tengah keluarganya. Namun jika tidak pulang, ia mengaku takut apabila nantinya kebijakan lockdown diberlakukan hingga masa darurat yang ditetapkan BNPB, hingga 29 Mei 2020.

Baca Juga : 6 Link Belajar Gratis, Untuk Temani Kamu #Dirumahaja

Dalam artian tentunya ia tidak bisa bertemu keluarganya, terutama saat lebaran, jika kebijakan tersebut benar dilakukan nantinya. “Mungkin saya lebih menunggu waktu yang tepat saja, sih, untuk pulang,” tambah Nurani.

Untuk anak kost yang tetap bertahan, semoga sehat selalu mahasiswa rantau.

__Terbit pada
Maret 23, 2020
__Kategori
Cerita Relawan

Penulis: Slamet Setya Budi

Tinggalkan Balasan

banner 72890